MAMAH DAN SEGITIGA CINTA Dia mengajarkan tentang bagaimana menikmati hal yang sedikit, dia juga yang mengajarkan tentang hebatnya sisi kesederhanaan yang membuat daya pikir menjadi terstruktur lagi kritis. “jagoan mamah harus kuat, nanti kalo jagoannya ga kuat siapa dong yang nolongin mamah?” padahal jawabannya jelas terarah kepada kehendak Allah Ta’ala, namun kenapa pertanyaan itu terlempar pada sosok yang kecil dan tak berdaya ini? Seolah diri ini memiliki suatu kemampuan yang dapat mengangkat beban ribuan ton dengan sebelah tangan. “udah gapapa, jangan nangis terus ya, nanti kalo jagoan mamah nangis terus, mamah juga ikutan nangis nih” katanya sambil memeluk erat dan mengelus punggung ini, awalnya ku dengar seperti bualan lawas masa lampau, tapi tak bisa ku pungkiri memang itu selalu berhasil menenangkan duka dalam dada, tak lama setelah ketenangan itu menyapa giliran tangannya yang bergetar dipunggung ku, memang frekuensi getarannya tidak hebat, namun getaran itu seol...