PULANGNYA JIWA
Keluar rumah tanpa mengatakan apapun sambil berlari.
Namun aku malah sampai ditempat seperti ini.
Bersama dengan mentari yang hendak pergi, aku mulai tak ingin kembali.
Ketika ku sudah putus asa dan tangis tak lagi menjadi wacana.
Kota dengan langit senja telah memberi tanda.
Burung kakatua berkata bahwa aku sudah terlalu jauh berkelana.
Bayangan tubuh ku yang memanjang dijalan.
Menarik lengan bajuku untuk segera kembali pulang.
Bau ikan bakar, ini bau wangi makan malam.
Cacing dalam perut sudah terlalu lama berendam.
Aku sudah lelah menjadi keras kepala.
Sekarang juga ku harus minta maaf dan menyesali semuanya.
Ah, aku ingin segera kembali kerumah.
Dihadapan ku muncul anak kecil yang sedang berlari menjauh.
Dia terisak dan tersedu-sedu.
Tanpa melihat kanan dan kiri dia berlari menjauh seperti tak mau tau.
Punggungnya lenyap dalam kegelapan.
Seperti diri ku dikala harapan tak kunjung berpapasan.
Ku berlari kembali sambil mengusap air mata.
Mengejar bagian yang kurang dari sang rembulan.
Kalau ku minta maaf sekarang juga.
Aku akan tepat waktu untuk makan malam bersama-sama.
Keluar rumah tanpa mengatakan apapun sambil berlari.
Namun aku malah sampai ditempat seperti ini.
Bersama dengan mentari yang hendak pergi, aku mulai tak ingin kembali.
Ketika ku sudah putus asa dan tangis tak lagi menjadi wacana.
Kota dengan langit senja telah memberi tanda.
Burung kakatua berkata bahwa aku sudah terlalu jauh berkelana.
Bayangan tubuh ku yang memanjang dijalan.
Menarik lengan bajuku untuk segera kembali pulang.
Bau ikan bakar, ini bau wangi makan malam.
Cacing dalam perut sudah terlalu lama berendam.
Aku sudah lelah menjadi keras kepala.
Sekarang juga ku harus minta maaf dan menyesali semuanya.
Ah, aku ingin segera kembali kerumah.
Dihadapan ku muncul anak kecil yang sedang berlari menjauh.
Dia terisak dan tersedu-sedu.
Tanpa melihat kanan dan kiri dia berlari menjauh seperti tak mau tau.
Punggungnya lenyap dalam kegelapan.
Seperti diri ku dikala harapan tak kunjung berpapasan.
Ku berlari kembali sambil mengusap air mata.
Mengejar bagian yang kurang dari sang rembulan.
Kalau ku minta maaf sekarang juga.
Aku akan tepat waktu untuk makan malam bersama-sama.
Komentar
Posting Komentar