KSATRIA
Banyak yang terusik dengan keberadaannya, mahluk terabaikan namun paling tegar perawakannya. Sentuhan lembut mampu membuatnya terbunuh, apalagi jika diinjak dengan kekuatan penuh. Kaki kecil yang terlihat rapuh menghujam ke bumi tanda mereka sudah siap bertaruh. Kenapa lah harus bertaruh jika hasilnya pun tidak mencapai separuh?.
Kita tidak saling bertegur sapa, apalagi bertukar cerita, hanya senyap yang berhasil meyela tanpa kami beri kabar berita. "Buat apa mereka mengembara? sudah sana kembali saja, karena kalian bisa saja binasa jika aku tidak sengaja", akan tetapi lenggok langkah kecil merayap cepat seperti ninja membuat mata terus menatap kearahnya.
Ternyata dalam langkah sudah terlapis asa, yang menguatkan jika harap tak mencapai rasa. Berkorban nyawa demi sesama, terjalin lingkar hidup tenggang rasa, membuat keyakinan mereka sulit sekali runtuh, walaupun sering sekali mencicipi yang namanya jatuh, mungkin itu sebabnya mereka tidak bisa merasa angkuh. Hidup diambang kematian, meregang nyawa dengan sekali kedipan, tercecer mayat secara secara berantakan, "pasti mereka akan merasa ketakutan", namun nyatanya mereka kembali dengan panjangnya barisan, mengangkat jasad kawan dengan tegar namun tetap sopan, seperti sedang memberikan sebuah penghargaan dan kehormatan.
kejadian kecil membuat heran, seperti membawa sapaan pada diri dari ketidak berdayaan. "Tolong bisikan aku cara mendapatkan kekuatan yang membalut keyakinan kalian, sehingga aku tidak cepat kualahan dalam perjuangan, lalu setelah ku tahu apa rahasianya, boleh kah ku bagikan kepada yang lainnya juga duhai kesatria semut perkasa."
Banyak yang terusik dengan keberadaannya, mahluk terabaikan namun paling tegar perawakannya. Sentuhan lembut mampu membuatnya terbunuh, apalagi jika diinjak dengan kekuatan penuh. Kaki kecil yang terlihat rapuh menghujam ke bumi tanda mereka sudah siap bertaruh. Kenapa lah harus bertaruh jika hasilnya pun tidak mencapai separuh?.
Kita tidak saling bertegur sapa, apalagi bertukar cerita, hanya senyap yang berhasil meyela tanpa kami beri kabar berita. "Buat apa mereka mengembara? sudah sana kembali saja, karena kalian bisa saja binasa jika aku tidak sengaja", akan tetapi lenggok langkah kecil merayap cepat seperti ninja membuat mata terus menatap kearahnya.
Ternyata dalam langkah sudah terlapis asa, yang menguatkan jika harap tak mencapai rasa. Berkorban nyawa demi sesama, terjalin lingkar hidup tenggang rasa, membuat keyakinan mereka sulit sekali runtuh, walaupun sering sekali mencicipi yang namanya jatuh, mungkin itu sebabnya mereka tidak bisa merasa angkuh. Hidup diambang kematian, meregang nyawa dengan sekali kedipan, tercecer mayat secara secara berantakan, "pasti mereka akan merasa ketakutan", namun nyatanya mereka kembali dengan panjangnya barisan, mengangkat jasad kawan dengan tegar namun tetap sopan, seperti sedang memberikan sebuah penghargaan dan kehormatan.
kejadian kecil membuat heran, seperti membawa sapaan pada diri dari ketidak berdayaan. "Tolong bisikan aku cara mendapatkan kekuatan yang membalut keyakinan kalian, sehingga aku tidak cepat kualahan dalam perjuangan, lalu setelah ku tahu apa rahasianya, boleh kah ku bagikan kepada yang lainnya juga duhai kesatria semut perkasa."
Komentar
Posting Komentar