KSATRIA Banyak yang terusik dengan keberadaannya, mahluk terabaikan namun paling tegar perawakannya. Sentuhan lembut mampu membuatnya terbunuh, apalagi jika diinjak dengan kekuatan penuh. Kaki kecil yang terlihat rapuh menghujam ke bumi tanda mereka sudah siap bertaruh. Kenapa lah harus bertaruh jika hasilnya pun tidak mencapai separuh?. Kita tidak saling bertegur sapa, apalagi bertukar cerita, hanya senyap yang berhasil meyela tanpa kami beri kabar berita. "Buat apa mereka mengembara? sudah sana kembali saja, karena kalian bisa saja binasa jika aku tidak sengaja", akan tetapi lenggok langkah kecil merayap cepat seperti ninja membuat mata terus menatap kearahnya. Ternyata dalam langkah sudah terlapis asa, yang menguatkan jika harap tak mencapai rasa. Berkorban nyawa demi sesama, terjalin lingkar hidup tenggang rasa, membuat keyakinan mereka sulit sekali runtuh, walaupun sering sekali mencicipi yang namanya jatuh, mungkin itu sebabnya mereka tidak bisa merasa angkuh. Hid...