Benar?
Wahai aku yang selalu merasa benar
Dengan sedikit penjelasan atas dekap penderitaan
Merasa berhak menjadi tuan hakim atas segala akibat
Sadarlah sejenak...
Langkah gontai dengan kaki terus gemetar
Berpangku tangan pada kesalahan besar
Menjengkelkan saat menunjukan ekspresi datar
Tak mampu jujur karena jiwa selalu gentar
Setiap salah selalu dilempar
Sirkuit pikiran pun terus bermain layaknya komediputar
Senyuman semu nampak kebohongan walau samar-samar
Entah aku linglung atau sudah sadar
Jujur aku tak tahu siapa yang benar, aku pun sadar kurangnya aku dalam belajar, tapi... menepis ego dalam keadaan sadar adalah perkara yang sukar, ingin ku hajar diri ku yang tak pandai untuk sadar. Menepuk dada dan merasakan jantung yang terus berdebar membuat ku selalu mencari makna kata "benar". Hingar bingar suara masuk memberitakan sebuah kabar, kalimat itu pun masuk membuat barisan dalam benak dengan rapih dan sejajar.
Mendengar itu membuat ku semakin tak sadar tentang apa itu benar, suasana kembali haru di dalam kamar lantaran gejolak emosi yang terus terbakar, benak ku mulai terpapar tindakan bar-bar.
Bakar!
Bakar!
Bakar!
Seolah api itu terus membesar, menyulut dan menyambar setiap kosa kata yang kasar.
"Apa benar?"
"Memangnya benar?"
Perasaan ini perlahan menjadi hambar, jika dilihat dari berbagai segi hal itu sangat tak mendasar, seperti pokok kayu yang tak berakar, besar memang tapi tak mampu terus tegak dan tegar. Akhirnya aku sadar bahwa bukan kesal dan benci yang membuat diri ini gusar, lantaran aku lupa hal sederhana dalam mencari makna "benar" bukan dengan bertingkah bar-bar, melainkan satu kata yang sejajar adalah "sabar"
terinspirasi dari
Q.S Al Baqarah 153
Q.S Ali Imran 142
Q.S Ali Imran 146
Note: banyak orang yang selalu merasa benar dengan tindak tanduk yang arogan, padahal itu sangat jauh dari kebenaran yang hakiki, jujur, menurut saya (penulis) kebenaran yang tidak bersanding dengan angka (atau pengujian dan pengamatan secara mendalam) akan membuat penilaian yang terlalu subjektif (perasaan pribadi) atau bias sehingga bisa membuat hasil yang keliru atau melenceng. sooo... kita semua tahu bahwa Allah Ta'ala adalah kebenaran, apa yang ada disisi-Nya adalah kebenaran, dan tugas manusia tinggal ikhtiar, berdoa, daaaann bersabar.
ini bukan tafsir yaa, cuma kekaguman pribadi dari dahsyatnya kata sabar
Komentar
Posting Komentar