Pandangan ku menatap mu membuahkan banyak pertanyaan yang tak bisa ku selesaikan.
Beragam kemungkinan dan ketakutan menjamah isi kepala yang
tanpa pertahanan.
Mengait, menarik, membesar, serta meresahkan.
Dunia ini penuh dengan sesuatu diluar kendali ku sebagai
insan yang tak pandai menerka.
Perasaan abstrak yang tidak bisa ku terjemahkan dengan
logika.
Mengerakan hati ini kepada sesuatu yang tak pernah bersarang
di dalam kepala.
Penjahat seperti ku apa layak meraih Bahagia?
Tangan ini dingin dan penuh dengan noda
Aku adalah mahluk yang terlumur dosa juga hina.
Melihat mu adalah keniscayaan yang tak pernah terbayangkan
sebelumnya.
Indah dan menenangkan.
Tapi aku takut.
Tuhan ku maha pencemburu.
Aku tak mau menggantikan posisiNya dari yang pertama dalam
hidupku.
Tak sanggup ku suarakan perasaan yang Tengah membelenggu.
Kedudukan mu dihadapan Tuhan ku sangatlah tinggi dan
terpuji.
Berbanding terbalik dengan ku yang hina, dina, serta
nestapa.
Maha terpuji Alloh dengan semua ke agunganNya menciptakan
semuanya dengan sangat sempurna.
Perjalanan hidup adalah petualangan Panjang penuh dengan
pengorbanan.
Jiwa ini terus menjerit memohon ampunan dan pertolongan Mu
ya Alloh untuk keselamatannya.
Aku malu membisikan nama mu pada Tuhan ku.
Bukan aku tak mau, tapi aku malu meminta dengan segudang
dosa yang melekat pada ku.
Aku sadar seberapa kotor diri ku seiring berjalannya waktu.
Kebalikannya dengan mu beserta kebesaran jiwa mu.
Kejernihan hati mu terpantul dari mata yang dipenuhi
kebaikan.
Kedekatan mu dengan Tuhan ku menarik ku untuk Kembali dari
jauhnya jalan yang sudah menyimpang.
Untaian kalimat Tuhan ku yang Agung merajut asa membuka
cakrawala baru yang tak berbilang.
Melihat mu berada di puncak yang tinggi dengan kemuliaan
sungguh memukau pandangan.
Tidak seperti diriku yang berada di Lembah dalam kegelapan.
Walau begitu aku tak ingin hilang harapan atas keridhoan
Tuhan ku yang Maha penyayang.
Komentar
Posting Komentar