Langsung ke konten utama


Pandangan ku menatap mu membuahkan banyak pertanyaan yang tak bisa ku selesaikan.

Beragam kemungkinan dan ketakutan menjamah isi kepala yang tanpa pertahanan.

Mengait, menarik, membesar, serta meresahkan.

Dunia ini penuh dengan sesuatu diluar kendali ku sebagai insan yang tak pandai menerka.

Perasaan abstrak yang tidak bisa ku terjemahkan dengan logika.

Mengerakan hati ini kepada sesuatu yang tak pernah bersarang di dalam kepala.

Penjahat seperti ku apa layak meraih Bahagia?

Tangan ini dingin dan penuh dengan noda

Aku adalah mahluk yang terlumur dosa juga hina.

Melihat mu adalah keniscayaan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Indah dan menenangkan.

Tapi aku takut.

Tuhan ku maha pencemburu.

Aku tak mau menggantikan posisiNya dari yang pertama dalam hidupku.

Tak sanggup ku suarakan perasaan yang Tengah membelenggu.

Kedudukan mu dihadapan Tuhan ku sangatlah tinggi dan terpuji.

Berbanding terbalik dengan ku yang hina, dina, serta nestapa.

Maha terpuji Alloh dengan semua ke agunganNya menciptakan semuanya dengan sangat sempurna.

Perjalanan hidup adalah petualangan Panjang penuh dengan pengorbanan.

Jiwa ini terus menjerit memohon ampunan dan pertolongan Mu ya Alloh untuk keselamatannya.

Aku malu membisikan nama mu pada Tuhan ku.

Bukan aku tak mau, tapi aku malu meminta dengan segudang dosa yang melekat pada ku.

Aku sadar seberapa kotor diri ku seiring berjalannya waktu.

Kebalikannya dengan mu beserta kebesaran jiwa mu.

Kejernihan hati mu terpantul dari mata yang dipenuhi kebaikan.

Kedekatan mu dengan Tuhan ku menarik ku untuk Kembali dari jauhnya jalan yang sudah menyimpang.

Untaian kalimat Tuhan ku yang Agung merajut asa membuka cakrawala baru yang tak berbilang.

Melihat mu berada di puncak yang tinggi dengan kemuliaan sungguh memukau pandangan.

Tidak seperti diriku yang berada di Lembah dalam kegelapan.

Walau begitu aku tak ingin hilang harapan atas keridhoan Tuhan ku yang Maha penyayang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak mau mendekat kepada orang lain karena berujung pada masalah, namun bukankah hal itu normal terjadi jika perselisihan terjadi di dalam sebuah hubungan baik itu pertemanan, pekerjaan, asmara, dan keluarga. titik-titik yang saling berhubungan akan membentuk pola beragam tergantung respon setiap orangnya. Kebodohan terbesar adalah bertaruh sepenuhnya kepada seseorang, c elaka diri ini karena berdampingan dengan kekecewaan,  Dimabuk kepayang dengan angan yang terus mengambang dalam angan,  Tak mampu melihat dengan benar dalam kalap semunya sebuah harapan,  Mencumbu rasa tanpa membawa logika terasa begitu menyesatkan. Satu Langkah Banyak rasa yang tak bisa terucap dalam penjelasan singkat, berharap bisa menjelaskan secara gamblang tentang sebarapa besar luka dan derita yang selama ini di emban dalam menjalani hari-hari yang dipenuhi canda dan tawa. Tak ada hari yang dilewati tanpa penyesalan dan jeritan yang tak bersuara karena kebodohan yang pernah dilakukan di masa lalu...
Mahkota kecil Jangan menangis Mengarungi hiruk pikuk fatamorgana dengan lentera kecil kamu berusahan menerangi sisi gelap hatimu yang membeku semua orang menjauhi mu dari balik jendela terlihat ufuk yang berwarna jingga dengan siluet unggu sambil memeluk kedua lutut kamu berusaha membiarkannya berlalu deru angin memabawa harmoni seolah mengetuk pintu yang tertutup cukup lama dalam hati jangan bersedih mahkota kecil ingatkah kamu saat melukis garis dalam gemerlap bintang saat malam datang kamu tersenyum riang seolah langit berkilau gemilang gelapnya tidak menakuti mu karena kamu melihat pantulan dirimu yang terang saat itu kamu melihat sesuatu yang sempat tertinggal dari mu kini perlahan datang mahkota kecil kejamnya dunia sama sekali tidak menghancurkan mu gelapnya malam tidak meredupkan mu panasnya siang tak menghanguskan mu mahkota kecil berjanjilan kalau kamu tidak akan hilang karena senyuman itu seperti mahkota kecil yang terus kamu kenakan