Langsung ke konten utama

Mahkota kecil


Jangan menangis

Mengarungi hiruk pikuk fatamorgana

dengan lentera kecil kamu berusahan menerangi sisi gelap hatimu yang membeku

semua orang menjauhi mu

dari balik jendela terlihat ufuk yang berwarna jingga dengan siluet unggu

sambil memeluk kedua lutut kamu berusaha membiarkannya berlalu

deru angin memabawa harmoni

seolah mengetuk pintu yang tertutup cukup lama dalam hati

jangan bersedih mahkota kecil

ingatkah kamu saat melukis garis dalam gemerlap bintang saat malam datang

kamu tersenyum riang seolah langit berkilau gemilang

gelapnya tidak menakuti mu karena kamu melihat pantulan dirimu yang terang

saat itu kamu melihat sesuatu yang sempat tertinggal dari mu kini perlahan datang

mahkota kecil

kejamnya dunia sama sekali tidak menghancurkan mu

gelapnya malam tidak meredupkan mu

panasnya siang tak menghanguskan mu

mahkota kecil

berjanjilan kalau kamu tidak akan hilang

karena senyuman itu seperti mahkota kecil yang terus kamu kenakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pandangan ku menatap mu membuahkan banyak pertanyaan yang tak bisa ku selesaikan. Beragam kemungkinan dan ketakutan menjamah isi kepala yang tanpa pertahanan. Mengait, menarik, membesar, serta meresahkan. Dunia ini penuh dengan sesuatu diluar kendali ku sebagai insan yang tak pandai menerka. Perasaan abstrak yang tidak bisa ku terjemahkan dengan logika. Mengerakan hati ini kepada sesuatu yang tak pernah bersarang di dalam kepala. Penjahat seperti ku apa layak meraih Bahagia? Tangan ini dingin dan penuh dengan noda Aku adalah mahluk yang terlumur dosa juga hina. Melihat mu adalah keniscayaan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Indah dan menenangkan. Tapi aku takut. Tuhan ku maha pencemburu. Aku tak mau menggantikan posisiNya dari yang pertama dalam hidupku. Tak sanggup ku suarakan perasaan yang Tengah membelenggu. Kedudukan mu dihadapan Tuhan ku sangatlah tinggi dan terpuji. Berbanding terbalik dengan ku yang hina, dina, serta nestapa. Maha terpuji...
Tidak mau mendekat kepada orang lain karena berujung pada masalah, namun bukankah hal itu normal terjadi jika perselisihan terjadi di dalam sebuah hubungan baik itu pertemanan, pekerjaan, asmara, dan keluarga. titik-titik yang saling berhubungan akan membentuk pola beragam tergantung respon setiap orangnya. Kebodohan terbesar adalah bertaruh sepenuhnya kepada seseorang, c elaka diri ini karena berdampingan dengan kekecewaan,  Dimabuk kepayang dengan angan yang terus mengambang dalam angan,  Tak mampu melihat dengan benar dalam kalap semunya sebuah harapan,  Mencumbu rasa tanpa membawa logika terasa begitu menyesatkan. Satu Langkah Banyak rasa yang tak bisa terucap dalam penjelasan singkat, berharap bisa menjelaskan secara gamblang tentang sebarapa besar luka dan derita yang selama ini di emban dalam menjalani hari-hari yang dipenuhi canda dan tawa. Tak ada hari yang dilewati tanpa penyesalan dan jeritan yang tak bersuara karena kebodohan yang pernah dilakukan di masa lalu...