Langsung ke konten utama

Dibalik Batas 


mata terpejam dengan dahi terlipat acak

dagu bergerak merubah kepala berhalu donggak

pakaian putih namun terdapat sedikit corak

bibir tertutup rapat walau dalam diri terasa bergejolak


terasa bukan diriku yang seperti itu

tetapi kisah memaksaku agar terus begitu

walau tangan terkepal erat dalam saku

menggunjing waktu perlahan menjadi kebiasan baru


aku melihat garis akhir dalam telapak tangan

yang ku kira dahulu hanya sebuah pajangan tanpa pertimbangan

namun ternyata pehitungan ku berhujung pada pengorbanan

tabu, semu, semua itu tak lagi menjadi rekanan


seseorang dengan sombongnya berbicara tentang logika dunia

terasa tak masuk akal bagi ku yang bersandar pada dermaga yang berbeda dengannya

seperti melihat pemandangan kota malam dari dimensi yang berbeda

sedangkan yang ku perlukan hanya logika sederhana untuk mencari makna


ku temukan sekumpulan surat cinta

walau usang dan termakan usia

nuansa romansa begitu kental terasa dari isinya

tak habis-habisnya rasa cinta itu muncul dari dalamnya


pasti jenuh jika selalu mendapat cinta yang semu

lelah bukan mendamba sesuatu yang kau pun tak tahu apa itu

mungkin sekarang surat itu sudah ada di dekat mu

dia mendekat untuk memberi cinta baru yang tak lekang oleh waktu


dibalik batas

tinta hitam tertulis diatas kertas

surat cinta itu mengurai luka yang telah lama membengkas

seutuh cinta yang tak berbias


surat cinta yang mampu menyembuhkan luka dunia

untaian kata tersusun indah di dalamnya

pasti bisa menyembuhkan luka mu juga

kau pasti tahu maksud ku tentang surat cinta


Al Quran

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pandangan ku menatap mu membuahkan banyak pertanyaan yang tak bisa ku selesaikan. Beragam kemungkinan dan ketakutan menjamah isi kepala yang tanpa pertahanan. Mengait, menarik, membesar, serta meresahkan. Dunia ini penuh dengan sesuatu diluar kendali ku sebagai insan yang tak pandai menerka. Perasaan abstrak yang tidak bisa ku terjemahkan dengan logika. Mengerakan hati ini kepada sesuatu yang tak pernah bersarang di dalam kepala. Penjahat seperti ku apa layak meraih Bahagia? Tangan ini dingin dan penuh dengan noda Aku adalah mahluk yang terlumur dosa juga hina. Melihat mu adalah keniscayaan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Indah dan menenangkan. Tapi aku takut. Tuhan ku maha pencemburu. Aku tak mau menggantikan posisiNya dari yang pertama dalam hidupku. Tak sanggup ku suarakan perasaan yang Tengah membelenggu. Kedudukan mu dihadapan Tuhan ku sangatlah tinggi dan terpuji. Berbanding terbalik dengan ku yang hina, dina, serta nestapa. Maha terpuji...
Tidak mau mendekat kepada orang lain karena berujung pada masalah, namun bukankah hal itu normal terjadi jika perselisihan terjadi di dalam sebuah hubungan baik itu pertemanan, pekerjaan, asmara, dan keluarga. titik-titik yang saling berhubungan akan membentuk pola beragam tergantung respon setiap orangnya. Kebodohan terbesar adalah bertaruh sepenuhnya kepada seseorang, c elaka diri ini karena berdampingan dengan kekecewaan,  Dimabuk kepayang dengan angan yang terus mengambang dalam angan,  Tak mampu melihat dengan benar dalam kalap semunya sebuah harapan,  Mencumbu rasa tanpa membawa logika terasa begitu menyesatkan. Satu Langkah Banyak rasa yang tak bisa terucap dalam penjelasan singkat, berharap bisa menjelaskan secara gamblang tentang sebarapa besar luka dan derita yang selama ini di emban dalam menjalani hari-hari yang dipenuhi canda dan tawa. Tak ada hari yang dilewati tanpa penyesalan dan jeritan yang tak bersuara karena kebodohan yang pernah dilakukan di masa lalu...
Mahkota kecil Jangan menangis Mengarungi hiruk pikuk fatamorgana dengan lentera kecil kamu berusahan menerangi sisi gelap hatimu yang membeku semua orang menjauhi mu dari balik jendela terlihat ufuk yang berwarna jingga dengan siluet unggu sambil memeluk kedua lutut kamu berusaha membiarkannya berlalu deru angin memabawa harmoni seolah mengetuk pintu yang tertutup cukup lama dalam hati jangan bersedih mahkota kecil ingatkah kamu saat melukis garis dalam gemerlap bintang saat malam datang kamu tersenyum riang seolah langit berkilau gemilang gelapnya tidak menakuti mu karena kamu melihat pantulan dirimu yang terang saat itu kamu melihat sesuatu yang sempat tertinggal dari mu kini perlahan datang mahkota kecil kejamnya dunia sama sekali tidak menghancurkan mu gelapnya malam tidak meredupkan mu panasnya siang tak menghanguskan mu mahkota kecil berjanjilan kalau kamu tidak akan hilang karena senyuman itu seperti mahkota kecil yang terus kamu kenakan