Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019
DUA SEJOLI Dalam balutan kasih cinta yang suci, seorang isteri menatap canggung wajah sang suami yang baru saja kembali, umur pernikahan mereka baru berjalan beberapa hari, dan mereka pun berusaha saling membiasakan diri. Terlihat bahwa sang isteri bergelagat tidak biasa, dia merasa bahwa dikepala isterinya sudah dipenuhi tanda tanya, sang suami memberanikan diri untuk menyapa pertama, "kamu kenapa?", namun sang isteri hanya menggelengkan kepala tanpa berkata-kata, "kalau ada yang ingin kamu tanya yuk sama-sama kita berbincang bersama disana", sang isteri akhirnya menyetujui ajakannya. Keadaan sunyi tak bersuara, mereka terdiam sama-sama menunggu kalimat pertama, namun gejolak dalam dada sudah tak bisa ditahan lama-lama sehingga sang isterilah yang akhirnya memulai langkah perdana, dalam canggung dan bingung dia mulai bertanya. "mas, kenapa mau menikah dengan saya?" "hmm... karena kamu jodoh saya" "tapi kan saya cuma sarjana, sedangka...
BALADA PENTAS KERA Tak bisa jujur dengan apa yang dikatakan, sulit bertemu dengan maksud yang diharapkan, selalu menatap heran dengan banyak kejadian, hanya terpaut dengan masa lalu yang terus dikenang tanpa ada itikad untuk bisa melaju kencang. Merasa iri tanpa pernah mengoreksi, terus mengemis seperti telah terlucuti, kelakuannya sangat tak tau diri, perkataannya penuh dengan dalih sehingga sulit dimengerti, berharap bisa mengasihi tapi ujungnya dikasihani. Hidupnya seperti panggung pentas, apa yang dianggap kurang pas langsung saja dilibas, tak mau ikut duduk untuk sekedar membahas, karena hatinya telah terlepas sehingga tak mempunyai lagi ciri khas. Dari bilik jendela bagian atas dia melirik ke arah teras, melihat orang tunggang langgang bekerja keras seperti keringat sedang diperas, tapi niat belum juga mau untuk menetas, bahkan tinta saja belum tergores diatas kertas, tubuhnya terlalu malas untuk bergegas mengarungi hiruk pikuk arus kehidupan yang begitu deras, nyalinya kecil...
LUPUT Terasa dekat bahkan sampai terlihat, dengan tangan terlipat bisa sangat mudah didapat, memang tidak saling merapat tapi tidak ada sekat yang terlihat, rasa-rasanya masih sempat untuk bisa terangkat, tak ada tangga apa boleh buat, ku cari saja tongkat yang kuat dan ku genggam dengan erat, "siapa tau dengan begitu aku bisa jadi tambah cepat". Dalam daya yang sedang berusaha ku sadar bahwa ada sesuatu yang terikat, "apa ini yang membuat beban tambah berat?", ku lakukan apa yang bisa ku buat, sedangkan semua sudah melewati garis start, "aduh, kalo begini mana sempat", terdengar suara langkah yang mendekat, di tersenyum sambil menyapa dengan hangat, "jika tekad sudah bulat, jangan ragu lagi, langsung aja sikat, masalah beban yang berat itu karena kamu lihat itu berat, ubahlah yang berat menjadi tak terlihat". Terguran tadi telah berhasil membakar diri dalam semangat, sering ku berdebat namun tetap sulit mencapai mufakat, saran yang dia buat ...