Gerhana Kala sendiri dia selalu mencari kawan yang mampu menemani. Dia sangat benci sosok yang terlihat dicermin saat sendiri. Menatap tajam ke arahnya. Dan mulut tak kuasa menghujatnya. Pertengkaran selalu menjadi sarana untuk bisa menyapa. Sekedar berkata tanpa berbuah makna. Mereka saling menutup kebenaran kejadian. Karena salah satunya telah menjadi gerhana bagi sebuah pendirian. Berwujud sama namun saling bersebrangan. Apa yang pernah singgah pada angan kini telah menjadi sebuah kejadian. Tarik ulur kepentingan dengan kasar. Gerasak-gerusuk membuat gusar. Penerimaannya terhadap diri sendiri ternyata memakan waktu yang panjang. Berbagai rintangan harus terus diterjang. Tercebur, tenggelam, dia harus mampu tetap berenang. Walau suasana hati membuatnya tidak merasa senang. Namun itu adalah syarat agar menjadi pemenang.